Thursday, October 14, 2010

Pencak Silat (by Stephanie "Tepsun" Sunandar)

Bela diri khas bangsa Indonesia, pencak silat, menorehkan sejarah di benua Afrika sana. Untuk kali pertama, turnamen pencak silat digelar di Bosmont Primary School Swiss Re-Hall, Johannesburg, Afrika Selatan.
  Digelar pada tanggal 10 Oktober 2010 lalu, turnamen itu lahir dari buah kerjasama South Africa Pencak Silat Association, Local Community dari Bosmont, Al Azhar Seni Bela Diri cabang Afrika Selatan dan Kedutaan Besar Republik Indonesia.
Turnamen itu diadakan untuk memotivasi para murid-murid yang telah mengikuti pencak silat, sekaligus semakin memperkenalkan bela diri Indonesia itu di Afsel. Diharapkan dengan turnamen itu semakin banyak masyarakat Afsel yang tertarik dan mau mendalami bela diri pencak silat.
  Acara bertajuk Pencak Silat Tournament Indonesia Ambassador's Cup ini sendiri diikuti kurang lebih sekitar 200 pesilat, baik putra putri, kelas pre-junior, junior maupun kelas senior. Mereka berasal dari Sekolah Bomont Moslem School, Al Azhar School, Darul uloom Zakariya dan kelas malam di Bosmont.
  Acara yang turut dimeriahkan oleh penampilan demonstrasi pencak silat dari Malaysia yang di pimpin oleh Muhammad Abdullah bin Zaid itu juga dihadiri langsung oleh Ketua Asosiasi Pencak Silat dari Capetown Moegamat Hilmy.
  Setelah upacara pembukaan, acara pertandingan dibuka. Untuk kategori tanding, turnamen ini menggunakan peraturan persilat/persekutuan silat antar bangsa yang dijalankan sesuai standar aturan persilat.
  Berlaku sebagai ketua pertandingan adalah Kemal Yasser, warga keturunan Albania yang sudah menetap menjadi penduduk Afrika Selatan. Dengan memakai peci khas Indonesia plus balutan pakaian silat, ia mengumumkan hasil-hasil pertandingan.
"Ini adalah bela diri yang indah dan memukau. Saya benar-benar jatuh cinta sama pencak silat," komentar Kemal dalam siaran pers yang diterima
detikSport.

No comments:

Post a Comment