Wednesday, December 15, 2010

Generasi Baru Sepak Bola Indonesia (By: Marcella Reina)


Kita pasti telah mendengar nama Irfan Bachdim. Seorang pemain sepak bola yang mulai terkenal dari permainannya di Piala AFF Suzuki 2010 melalui Tim Nasional Indonesia. Irfan merupakan pemain naturalisasi yang berasal dari Belanda. Dalam mencapai keinginannya, anak dari pemain bola Noval Bachdim ini,  melalui perjalan yang sangat susah. Sebelum bermain di Negara Indonesia tercinta ini,  Irfan pernah bermain Ajax Amsterdam(1999-2001), SV Argon(2002-2004), Fc Utrecht(2005-2009) dan HFC Haarlem(2009). Irfan memutuskan bermain untuk membela Tanah Air Indonesia karena ayahnya merupakan pemain bola yang juga berasal dari Indonesia dan bermain di Persema Malang. Selain itu, menurutnya permainan di Indonesia hal yang menarik dan dia sangat ingin bermain di Piala Dunia melalui Timnas Indonesia.
Pada saat di Indonesia pun, tidak segampang membalik tangan dapat masuk menjadi pemain di Indonesia. Pada Maret 2010, Irfan sudah mencoba untuk bermain dalam klub Persib Bandung dan Persija Jakarta, namun dia ditolak. Pada akhirnya Irfan mencoba bermain di klub yang sama seperti ayahnya dahulu yaitu Persema Malang. Irfan yang keturunan Jawa Belanda ini, akhirnya diterima untuk bermain di dalam klub ini. Setelah bermain gemilang di Persema Malang, pria yang berumur 22 tahun ini berhasil juga bermain untuk Timnas Indonesia.
Dalam Piala AFF Suzuki 2010 ini, Irfan Haarys Bachdim, bisa menjebol gawang Tim Malaysia dan Laos. Saat sebelum bermain untuk Timnas Indonesia melawan Malaysia, Bachdim belum terlalu dikenal oleh seluruh rakyat Indonesia. Namun setelah Irfan memberi angka untuk Indonesia saat melawan Malaysia, semua orang pun sudah mulai mengenal pria kelahiran Amsterdam ini. Setelah itu pun, banyak gadis yang menyukai wajah tampan imutnya itu. Bahkan friends di facebook dan follower di twitter nya pun bertambah secara luar biasa. Dari artis yang terkenal pun banyak yang mengaguminya. Namun hati para wanita harus kecewa karena Irfan telah memiliki kekasih. Kekasihnya berasal dari Jerman yang dikenalnya dari seorang temannya itu.     

Tuesday, November 2, 2010

Cowo lebih cinta lingkungan? (by: Veronica Gabriella)



Faktanya, cowo lebih cinta bumi dibandingkan kita para cewe. Beberapa alasannya adalah:
  1. cewe lebih senang memakai tissue daripada sapu tangan, misalnya untuk mengelap keringat, menghapus make-up, dll. Padahal tissue itu berasal dari pohon dan tiap tahunnya untuk memproduksi tissue dibutuhkan 21 juta ton. 
  2. waktu yang dihabiskan hanya untuk mandi bisa sampai berjam-jam, sedangkan cowo hanya menghabiskan waktu kurang lebih 10-20 menit. Padahal, itu sama saja dengan menghabiskan air.
  3. seringnya berganti baju tiap harinya. Faktanya untuk sekali mencuci butuh 38 liter air, belum lagi deterjen serta listriknya (apabila memakai mesin). Hal itu berarti kita lebih banyak membuang air, limbah dan daya listrik.
  4. pemakaian hairdryer yang berlebihan. Nyatanya, 1 hairdryer rata-rata menghabiskan listrik sampai 1400 watt/jam. Padahal, jumlah energi listrik tersebut bisa dipakai buat menyalakan 35 buah lampu.

Dari keempat hal itu, terbukti bahwa cowo lebih cinta bumi. Gak mau kalah sama cowo kan? Makanya, mulailah kebiasaan baik dengan mencoba meminimalkan 4 kebiasaan buruk kita. 

Thursday, October 21, 2010

Film Indonesia yang mencontek luar negeri (By Anastasia Arvika)

industri film indonesia akhir akhir ini mulai memperihatinkan, bagaimana tidak? poster film tanah air kita aja uda menunjukkan betapa bangsa kita diwarnai oleh plagiat-plagiat, berikut ini sebagai contohnya dalam pembuatan poster film indonesia, nah gimana tindakan kamu untuk memperbaiki moral industri perfilman indonesia ini?































Monday, October 18, 2010

Puisi (By Maria)

Satu Sendok Garam
Katanya kami adalah garam
Yang memberi rasa dunia
Apakah kami adalah garam?
Yang membuat rasa di dunia?

Kemarin kami dibilang garam
Apa jadinya jika kami tidak berasa?
Besok pun kami dibilang garam
Dan kami harus memberi rasa

Kami memang garam dunia
Berasa ataupun tidak
Kami berusaha memberi rasa
Untuk Ibu Pertiwi dengan Jamrud yang bertebar

Katanya kami adalah garam
Garam dunia yang memberi rasa
Pastilah nikmat si Ibu Pertiwi
Satu butir memberi rasa nikmat

Satu sendok garam dunia
Untuk Ibu Pertiwi
Supaya enak diterima kawan seberang
Siapa bilang kita kalah nikmat?

Friday, October 15, 2010

CANDID COMIC

Click on the picture to view larger image

Puisi (By Cindy Lauw)

Pemuda
Oleh Dedi Setiawan


Dunia
Akulah pemuda
Yang lahir dari rahim peradaban
Dibesarkan oleh zaman
Dididik oleh pengalaman


dunia
Izinkan aku menyampaikan dengan jelas
Dengan tegar dan semangat
bahwa aku punya cita
Tak sekedar kata dan orasi
Tapi kerja nyata dan realisasi


dunia
Izinkan aku mengabarkan
Bahwa di tanah pertiwi ini
Masih ada pemuda yang peduli
Pada keadaan negeri ini


Dan aku pun rela . . .
Jika tubuh ini menjadi gontai karena lelah
Jika kulit kulit ini menjadi kusam dibakar matahari
Biarlah, dia menjadi saksi sejarah
Bahwa aku tlah berjuang
Tuk ciptakan perbaikan


Bu, inilah anakmu
Yang melangkah gagah dengan pasti

Bu inilah jalanku


Bu, Nyatanya jalan ini begitu panjang,
Begitu terjal dan curam


Tapi Bu, jalan ini telah kutapaki
Terjalnya telah ku awasi
Puncaknya kan ku daki
Izinkah aku, untuk berbakti

Thursday, October 14, 2010

Mengembangkan Nasionalisme (by: Brigitta Rachel)

Bukan Dikendalikan,
Melainkan Memanfaatkan
“cepat bertindak berdasarkan jiwa nasionalisme”


Waktu merupakan sesuatu yang paling kuat di sepanjang peradaban manusia. SIapakah yang dapat melawan ‘kekuatan’ waktu? Siapa yang dapat menghentikan, memperlambat, maupun mempercepat jalannya waktu? Waktu terus berjalan, dan kita ‘dipaksa’ untuk mengikutinya. Mereka yang tidak mampu mengikuti perjalanan waktu, akan sampai pada pada perisitrahatan terakhirnya.
Waktu mengubah segalanya. Ada perubahan yang baik, ada pula yang buruk. Hal itu tergantung kepada subjek yang memanfaatkan ‘kekuatan’ waktu tersebut, yaitu MANUSIA. Saya akan mengambil contoh dari Jepang. Seperti yang kita ketahui, Jepang pernah terpuruk karena perang dunia kedua. Seiring dengan waktu yang berjalan, bangsa Jepang memanjat keluar dari ‘jurang’ dan hasilnya dapat dilihat seperti sekarang ini. Mengapa mereka berhasil? Kunci jawabannya : NASIONALISME. Nasionalisme masyarakat Jepang terbilang tinggi. Bangsa Jepang tidak membiarkan waktu yang ‘mengendalikan’ hidup mereka. Maksudnya, mereka tidak berpasrah diri dan duduk manis pada tempatnya, membiarkan negara Jepang semakin hancur seiring dengan berjalannya waktu. Mereka bertindak berdasarkan jiwa nasionalisme mereka untuk membangun kembali negaranya.
Bagaimana dengan Indonesia? Mari kita kaitkan hal ‘waktu’ ini dengan ‘nasionalisme Indonesia’.
Tengoklah ke belakang, renungkan segala sesuatu yang telah terjadi berkaitan dengan usaha Indonesia untuk memperoleh kemerdekaan abadi. Pada mulanya setiap penduduk di daerah tidak dapat dikatakan sebagai bangsa. Mengapa? Mereka belum mempunyai toleransi terhadap suku yang berbeda. Tercerai-berai, perang antarsuku, perebutan kekuasaan, dan lain sebagainya. Dari sinilah Belanda menggunakan kelemahan rakyat. Indonesia dijajah oleh Belanda. Indonesia yang sadar akan kelalaiannya pun bangkit. Bibit-bibit nasionalisme tumbuh subur di jiwa mereka. Persatuan dan kesatuan yang kuat serta perasaan cinta Tanah Air telah bersarang dengan padat di jiwa mereka. Mereka berjuang sampai titik darah penghabisan!
Sekarang mari kita menatap ke depan dan membuka mata lebar-lebar. Bandingkan jaman dulu dengan jaman sekarang. Waktu telah mengubah banyak hal. Sekarang ini segala sesuatu telah berubah menjadi modern. Budaya luar negeri dengan mudahnya masuk ke Indonesia dan menghipnoptis kita untuk mengikutinya. Memang, dengan kedatangan budaya-budaya luar negeri tersebut dapat memberikan pengaruh yang baik. Akan tetapi, jangan sampai menghilangkan nasionalisme kita, bangsa Indonesia.
Seiring dengan berjalannya waktu dari jaman tua sampai sekarang, nasionalisme Indonesia sudah terkikis dengan keberadaan budaya asing ini. Jiwa nasionalisme sudah tipis, seperti sehelai kertas. Hanya sebagian kecil dari bangsa Indonesia yang memiliki jiwa nasionalisme. Masih banyak rakyat Indonesia yang lebih bangga bila mempunyai barang-barang dari luar negeri, daripada buatan negaranya sendiri. Belum lagi persatuan dan kesatuan yang utuh belum sepenuhnya dimiliki oleh Indonesia. Tidak percaya? Sekarang jawab pertanyaan ini, masih adakah rasisme di Indonesia? Jawabannya masih ada, walau tidak semarak dulu. Misalnya, antara orang Cina dengan pribumi.
Tidakkah disadari bahwa nasionalisme merupakan kunci emas untuk menyusul kehebatan negara-negara maju? Apakah hanya sekedar tahu karena pernah dipelajari di pelajaran PKN? Nilai ulangan dapat diekspresikan dengan “Wah…!!”. Akan tetapi, penerapannya diekspresikan dengan “Huuuu…”
TIdak jarang orang berpendapat, “Indonesia sudah bobrok, makin lama makin hancur. Sudah hopeless.” Hopeless menandakan sudah tidak ada harapan lagi. Apabila kalian juga berpendapat seperti ini, berarti kalian membiarkan diri kalian dikendalikan oleh waktu. Bila sang Subjek tidak melakukan apa pun untuk merubah ke suatu hal yang lebih baik, waktu tidak akan menunggui sang Subjek dan bertanya, “Kapan mau bertindak? Sebelum kau bertindak, aku tidak akan berjalan. Aku menungguimu.” Waktu akan terus berjalan tanpa mempedulikan sisi kiri-kanannya yang berteriak untuk diperlambat atau diberhentikan. Waktu yang mengatur kehidupan. Bukan manusia yang mengatur kehidupannya sendiri. Ironiskah? Ya. Padahal manusia sudah diberi kebebasan untuk menjalankan kehidupannya sendiri oleh Tuhan. Janganlah kita menjadi patung yang diam saja pada tempatnya, membiarkan Indonesia semakin bobrok seiring dengan jalannya waktu. Kitalah yang memanfaatkan waktu, bukan dikendalikan.

Mari kita bertindak! Tumbuhkan nasionalisme Anda!
Tidak tahu tindakan nasionalisme?
Ingatlah kembali apa yang sudah diajarkan oleh guru PKN Anda !

Our COMOS journey (by Adela Gunadi and Brigitta "Dutz" Estella)

By Adela Gunadi:
Pada tanggal 30-31 Juli 2010, kita semua ngisi acara yang diselenggarakan oleh OSIS, yaitu Camping Outbond MOS (COMOS).

Hari pertama, panas banget tapi yaudah mau gimana lagi. Kelas kita kelas x5 sih masih semangat-semangat aja, dari awal di bus sampe nyampenya. Pertama-pertama kita di suru nyanyi-nyanyi gitu lalu dipisahkelas x1,x2,x3,x4,x5,x6 trus maen-maen sebentar sama kelas masing-masing kemudian di kasih tau nanti ada outbond. Pas outbond pos pertama kita sih masih semangat-semangat aja, oya trus cuman boleh bawa 1 botol minum 600 ml. Trus pas udah berapa pos gitu kita semua kecapean apalagi abis dikatain kelas tai kucing lagi. Tapi jadi semangat si trus kayak berusaha memberikan yang terbaik tapi kalo emang jadinya gitu ya apa boleh di kata. Trus kan di kasih tugas suru bikin lagu pake wakawaka trus pas tampil gagal gitu padahal udah latihan. Katanya si kelasnya penampilannya kayak sampah. Hahaha, tapi kita si tetep semangat-semangat aja.

Hari kedua, pagi-pagi ada jalan pagi gitu trus ada games-games kelas kita lumayan tuh banyak menang juga. Trus pas pengumuman yang menang –menang gitu kita deg-degan. Pas semua kelas udah dapet juara cuman kelas kita doang yang ga dapet juara trus pas pembacaan kategori terakhir yaitu kategori kelas terkompak, kita udah pede jaya gitu bakal menang tau-tau ga juara. Alhasil, kita ga juara apa-apa, tapi gapapa tetep semangat-semangat aja tuh kelas kita.


By Brigitta "Dutz" Estella:


Beberapa bulan lalu, seluruh murid kelas 10 bersama beberapa kakak OSIS dan para guru mengikuti acara COMOS, Camping Outbond MOS, yang diadakan pada tanggal 30 dan 31 Juli 2010. Pada hari Jumat tanggal 30 Juli, kami semua berkumpul pada pagi harinya di sekolah untuk berangkat bersama-sama menuju Happy Land, tepat kami semua akan mengikuti COMOS. Setelah perjalanan panjang selama beberapa jam, akhirnya kami tiba di tempat tujuan pada siang harinya. Setelah perjalanan yang cukup melelahkan di bus, kami masih harus berjalan jauh sambil menenteng barang bawaan kami semua untuk sampai ke tenda tempat kami semua akan bermalam. Pada saat itu matahari bersinar sangat terik, jadi perjalanan kami dari pintu masuk sampai ke tenda yang berjarak cukup jauh tersebut terasa lebih berat. Setelah kami membereskan barang-barang kami di dalam tenda, kami semua dikumpulkan sebentar di lapangan untuk mendengarkan kata sambutan dan bermain-main bersama. Permainan yang kami mainkan bertujuan agar kita bisa lebih mengenal teman-teman sekelas kami satu sama lain dan untuk mengakrabkan serta melatih kekompakan kami semua. Saat itu, mentor kami adalah Evelyn serta Fanie, bermain bersama mereka sangatlah menyenangkan dan membuat kami lebih mengenal satu sama lain. Setelah memainkan beberapa permainan, kami semua melanjutkan acara outbond, dimana kami semua harus menyelesaikan beberapa pos. Walaupun matahari bersinar dengan sangat terik siang itu, kami semua sangat bergembira dan menikmati permainan-permainan tersebut. Pada malam harinya, semua anak 10 harus menampilkan pertunjukan setiap kelas. Kelas kami kebagian untuk menampilkan lagu yang di ubah lirik dan syairnya. Walaupun kelas kami sedikit kurang siap saat itu dan setelah penampilan hampir setiap kelas di komentari dengan sangat pedas, tapi kami semua sangat senang bisa tampil bersama-sama. Setelah acara penampilan dari murid-murid kami bermain permainan dimana kami semua harus menjaga agar lilin yang kami bawa dapat sampai ke garis finish dengan keadaan menyala. Cara permainannya adalah menjaga lilin tersebut agar tidak mati dengan melilingi lilin tersebut oleh beberapa orang lalu sambil menjaga lilin tersebut dari ganguan-ganguan seperti kakak-kakak OSIS atau Pembina yang berusaha mematikan lilin. 
Permainan ini dilakukan pada malam hari, sehingga permainan ini lebih terasa menantang dan seru. Setelah acara permainan ini, acara api unggun menanti, kami semua bernyanyi sambil mengelilingi api. Sungguh merupakan acara penututup hari yang sangat menyenangkan. Keesokan harinya, kami bangun sangat pagi untuk melakukan jalan pagi. Hari masih gelap dan udara masih sangat dingin. Padahal saat jalan pagi kami semua berniat diajak untuk memandikan sapi. Tapi sayangnya saat kami tiba di tempat, sapinya masih belum siap untuk dimandikan oleh kami. Setelah itu kami melanjutkan acara dengan memainkan permainan yang disiapkan. Permainan tersebut sungguh unik dan menyenangkan, seperti berlomba-lomba untuk menyusun benda-benda milik kami semua, kelas yang terpanjang lah yang menang. Kami semua ada yang menyusun dari kaos kaki, kacamata, tali sepatu, dll. Sungguh permainan yang mengasyikan. Setelah ini, kami semua menyaksikan perang bantal, permainan tersebut sangat kocak. Pada siang harinya ketika semua acara telah berakhir, kami semua akhirnya mendengarkan kata sambutan pulang dan kami semua harus berjalan jauh lagi sambil membawa barang bawaan untuk dapat sampai ke bus. Sungguh perjalanan 2 hari 1 malam yang menyenangkan. Kami semua merasa sangat senang dan menjadi lebih mengenal satu sama lain. Kekompakan kita juga diasah dalam acara ini. Walaupun setelah acara ini, kulit kami semua terbakar, tidak hanya muka kami, beberapa dari teman kami kulitnya terbakar di bagian leher. Walaupun begitu, kami semua sangat senang bisa berpartisipasi dalam acara ini. 

Menambah Pengetahuan Selepas MID Semester (by: Luciana)




Tak terasa sudah dua bulan lebih kami belajar di SMA Santa Ursula sebagai siswi kelas X. Ulangan tengah semester pun telah kami lewati. Tanggal 24 dan 25 September 2010, kami mendapatkan penyuluhan tentang narkoba dan gizi. Penyuluhan tentang narkoba diberikan oleh pak Safari dari BNN atau Badan Narkotika Nasional. Pak Safari menjelaskan berbagai macam hal tentang narkoba. Mulai dari arti narkoba, jenis-jenis narkoba, bahaya narkoba, sampai cara-cara para pengedar narkoba menyelundupkan barang haram tersebut. Narkoba yang merupakan singkatan dari Narkotika, Psikotropika, dan Bahan adiktif lainnya itu tentu saja memiliki banyak dampak negatif bagi tubuh kita. Sebenarnya tidak semua jenis narkoba itu merugikan manusia, tetapi ada yang berguna dalam bidang kedokteran. Seperti morfin (dari pohon opium-Papaver somniferum) yang berfungsi untuk mengurangi rasa sakit atau nyeri dalam proses operasi. Maka dari itu narkoba tidak dapat dimusnahkan begitu saja, namun upaya yang bisa kita lakukan adalah memberantas penyalahgunaan narkoba oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

Keesokan harinya, tanggal 25 September 2010, semua siswi kelas X berkumpul di aula SD Santa Ursula untuk mengikuti penyuluhan gizi. Pembicara dalam seminar gizi itu adalah seorang dokter spesialis gizi dari RS Saint Carolus Jakarta. Beliau memberikan kami pengetahuan tentang gizi meliputi, pola makan yang baik, jumlah kalori yang dibutuhkan oleh remaja seusia kami, IMT atau Indeks Massa Tubuh, dan berbagai penyakit akibat kekurangan atau kelebihan gizi. Pada seminar ini juga dibuka sesi Tanya jawab yang berlangsung sangat seru karena antusiasme dari siswi SMA Santa Ursula sangat tinggi. Setelah seminar selesai, acara dilanjutkan dengan berbagai perlombaan. Mulai dari lomba yel-yel kelas (tentang 10 tanda umum anak bergizi baik), lomba drama, lomba senam, lomba poster, dan masih banyak lagi. Kebetulan kelas X5 mendapat bagian lomba drama dan lomba poster. Drama yang kami pentaskan bercerita tentang Vero, seorang koki professional yang pernah memiliki pengalaman buruk dengan gizi. Ceritanya, beberapa tahun lalu adik Vero, Stasia, mengalami kanker usus karena terlalu sering memakan fast food. Sebenarnya hal itu terjadi karena ibu Vero, Reina, sangat sibuk dengan pekerjaannya dan tidak mempunyai waktu untuk membuatkan bekal yang sehat dan bergizi bagi anak-anaknya. Nah sejak kejadian itulah Reina menjadi sadar dan mulai memperhatikan makanan yang dikonsumsi anak-anaknya. Vero sebagai anak sulung, berusaha membantu ibunya untuk menyiapkan bekal yang sehat dan bergizi untuk keluarganya. Dan dari peristiwa itulah akhirnya Vero bisa menjadi seorang koki andal.

Yel-yel 10 tanda umum anak bergizi baik karya X5:

Hei engkau harus tahu 10 tanda umum anak bergizi baik… 2x

Tubuh kuat, tubuhku tubuh sehat
Otot padat, postur pun tegap
Gigi bersih, gusinya merah muda
Juga bibir terlihat segar
Rambutku kuat dan berkilau
Kulitku bersih tidak pucat
Wajahku selalu ceria
Bergerak pun OK

Nafsu makan baik
Bicara sesuai umur
Penuh perhatian
Tidur pun s’lalu nyenyak
Asik… Asik… Anak bergizi baik
Asik… Asik… Tubuhku s’lalu sehat
ASIK!!!

Sepuluh Lima! SENANG SELAMANYA!


Pencak Silat (by Stephanie "Tepsun" Sunandar)

Bela diri khas bangsa Indonesia, pencak silat, menorehkan sejarah di benua Afrika sana. Untuk kali pertama, turnamen pencak silat digelar di Bosmont Primary School Swiss Re-Hall, Johannesburg, Afrika Selatan.
  Digelar pada tanggal 10 Oktober 2010 lalu, turnamen itu lahir dari buah kerjasama South Africa Pencak Silat Association, Local Community dari Bosmont, Al Azhar Seni Bela Diri cabang Afrika Selatan dan Kedutaan Besar Republik Indonesia.
Turnamen itu diadakan untuk memotivasi para murid-murid yang telah mengikuti pencak silat, sekaligus semakin memperkenalkan bela diri Indonesia itu di Afsel. Diharapkan dengan turnamen itu semakin banyak masyarakat Afsel yang tertarik dan mau mendalami bela diri pencak silat.
  Acara bertajuk Pencak Silat Tournament Indonesia Ambassador's Cup ini sendiri diikuti kurang lebih sekitar 200 pesilat, baik putra putri, kelas pre-junior, junior maupun kelas senior. Mereka berasal dari Sekolah Bomont Moslem School, Al Azhar School, Darul uloom Zakariya dan kelas malam di Bosmont.
  Acara yang turut dimeriahkan oleh penampilan demonstrasi pencak silat dari Malaysia yang di pimpin oleh Muhammad Abdullah bin Zaid itu juga dihadiri langsung oleh Ketua Asosiasi Pencak Silat dari Capetown Moegamat Hilmy.
  Setelah upacara pembukaan, acara pertandingan dibuka. Untuk kategori tanding, turnamen ini menggunakan peraturan persilat/persekutuan silat antar bangsa yang dijalankan sesuai standar aturan persilat.
  Berlaku sebagai ketua pertandingan adalah Kemal Yasser, warga keturunan Albania yang sudah menetap menjadi penduduk Afrika Selatan. Dengan memakai peci khas Indonesia plus balutan pakaian silat, ia mengumumkan hasil-hasil pertandingan.
"Ini adalah bela diri yang indah dan memukau. Saya benar-benar jatuh cinta sama pencak silat," komentar Kemal dalam siaran pers yang diterima
detikSport.

10 Tanda Stress (by Nadia Alexandra)


Pada zaman sekarang, tidak sedikit orang terjangkit stress, terutama para remaja. Hal tersebut dapat disebabkan  karena masalah keluarga, pekerjaan yang terlalu berlebihan, rasisme dalam pergaulan, dan sebagainya. Orang-orang sering mempertanyakan stress atau tidaknya diri mereka masing-masing padahal hal tersebut sesungguhnya dapat diketahui dengan gejala-gejala kecil yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Untuk itu, simak 10 tanda berikut.  
1.     Tidak Tenang
Orang yang stress umumnya mudah lupa, tidak percaya diri dan tidak bisa berkonsentrasi pada satu pekerjaan. Jika menghadapi kondisi seperti ini, sebaiknya hentikan aktivitas sejenak dan beristirahatlah sambil meminum secangkir teh hangat.

2.     Sering Menguap
Tidak mengantuk tetapi terus menguap sepanjang hari merupakan salah satu tanda stress. Tanpa disadari, stress memicu pernapasan dangkal sehinga orang jadi sering menguap untuk mendapatkan suplai oksigen yang cukup.

3.     Berkeringat sepanjang hari
Stress memicu pelepasan hormon catecholamine yang membuat darah mejadi lebih kental, sehingga tekanannya meningkat dan tubuh menjadi mudah berkeringat. Jika dibiarkan, kondisi ini dapat memicu serangan jantung dan kematian lebih awal.

4.     Bau Badan
Juga karena menjadi sering berkeringat, wajar bila seseorang yang sedang stres mengalami masalah dengan bau badan. Masalah ini bisa diatasi dengan deodoran serta mandi lebih sering. Akan tetapi, akan lebih baik jika dicari dulu penyebab stress yang sesungguhnya lalu diatasi sampai tuntas.

5.     Mulut Kering
Stress menyebabkan berkurangnya pelepasan air liur, sehingga menyebabkan mulut kering, bau napas tidak sedap dan bebagai masalah mulut lainnya. kondisi ini hanya bisa diatasi dengan meminum air putih yang banyak.

6.     Nyeri otot
Di saat berada dalam tekanan psikologis, otot akan berkontraksi lebih kuat daripada biasanya sehingga sering berakhir dengan rasa nyeri, terutama pada punggung bagian bawah. Lakukan perenggaangan sesering mungkin, bahkan jika perlu istirahatlah terlebih dahulu dengan merebahkan diri sejenak di sofa.

7.     Sakit Kepala
Tekanan darah yang meningkat serta kontraksi otot dimana-mana pada akhirnya akan berdampak ke saraf otak. Kemudian, kepala terasa nyeri sehingga dibutuhkan relaksasi berupa mandi air panas atau pijat untuk meredakannya.

8.     Batuk
Melemahnya daya tahan tubuh karena stres menyebabkan penderita sering batuk walaupun tidak sedang terserang flu. Gelisah juga dapat memicu iritasi lambung bersama dengan masuk angin, nyeri dada, dan juga diare.

9.     Rambut berketombe
Daya tahan tubuh yag melemah juga berdampak pada kulit kepala. Karena stress membuat penderita menjadi lebih lengah, infeksi jamur menjadi lebih mudah menyebabkan ketombe.

10.  Kaki tidak bisa diam
Keseimbangan kimiawi dalam tubuh terganggu selama stress. Oleh karena itu, gerakan kaki menjadi tidak terkontrol terutama saat tidur. Kaki rasanya seperti tidak mau diam, selalu bergerak dan bahkan kadang-kadang ingin menendang.

Jadi, apa Anda sendiri sedang stress?